Mama, itu gajah!

Sunday, December 20, 2009


Ceritaku kali ini tentang seekor gajah.
Betapa aku begitu memuja sosoknya, kemudian mengatakan berulang kali, aku mau jadi gajah!

Tuhan, izinkan aku menjadi gajah di kehidupan selanjutnya.
Oia, aku juga punya teman namanya, Nanang. Ia juga ingin menjadi gajah. Biarkan ia juga menjadi gajah agar kelak, aku bisa bersenda gurau dengannya. Mungkin, main bola.

Tuhan, jangan jadikan aku gajah yang menyedihkan, yah? Aku mau jadi gajah dari si ibu gajah yang baik. Jika di dunia gajahku kelak nanti akan ada banyak peraturan, aku mau menurutinya.

Tuhan, aku mau punya rumah yang beralaskan semak-semak dedaunan yang aku kumpulkan sendiri. Mungkin saja itu bisa membuatku tetap hangat di kala lelap.

Tuhan, nanti di dunia gajahku, aku ingin punya teman yang banyak. Dan aku ingin tinggal  di tempat yang dekat dengan sungai dan air mengalir, agar aku bisa mendengar gemericik suaranya di kala aku berusaha untuk mengundang kantuk di malam hari.
Apakah berlebihan, jikalau aku meminta goa yang tidak terpakai untuk tempatku nanti berteduh dari hujan?

Tuhan, apakah di kala waktu itu tiba, apakah dunia masih sama?
Masihkah seperti ini?

Tuhan, aku mau menjadi gajah, yah. Aku mohon.

Aku mohon, tuhan. Aku takut jadi manusia lagi.
Mereka menyebalkan.

0 comments: