"Seberapa lama kah waktu yang telah kita habiskan? iya, saya bertanya kepada kamu. iyaa, kamu yang sedari tadi berdiri tepat di hadapan saya! "
Tidak perlu mendera untuk sekadar memastikan benar adanya kehadiranmu selama ini. Ya, kamu nyata di hadapanku.
Sudah berapa kali kukatakan padamu, suara itu adalah dirimu yang terkubur dalam sebuah kotak emas jauh-jauh di dalam.
Ah, dan sudah kukatakan juga, kamu lah yang pegang kuncinya. Iya-iya kamu kuncinya, sayang.
Kini semua nya telah berbeda halaman, tidak perlu ada beban, tidak perlu ada tanggung jawab. Dan iya, saya mulai membenci kata-kata itu. Lantas, jika setiap nafas ternyata bertanggung jawab atas nafas-nafas lainnya, apakah kemudian kita semua tak akan lagi merasa kesepian?
Benarkah??
............
Baik-baik, mari kita sama-sama mengulang.
Dari awal sekali aku sudah ragu. mereka bilang, jangan.
Hei, suara itu juga bilang, jangan.
Ah, kamu sendiri yang berbisik di telingaku. "Jika kamu ragu, sayang. jangan dilakukan".
Ah, sayang. sayang sekali aku sudah terlanjur melompat. Dan kini, aku terjerembab.
Apakah kamu pernah sekali saja mendengar suara itu?

0 comments:
Post a Comment