Wednesday, March 24, 2010
Posted by
Miska Lail
at
10:54 AM
0
comments
Menangisi Ibu Pertiwi
Tuesday, February 2, 2010
Selamat pagi, ini aku bawakan sarapan kesukaanmu. mudah-mudahan kamu memakannya, itu saja harapanku. Saat ini sebenarnya bukan aku tidak perduli denganmu, melainkan aku tidak berani mengganggumu"
*blah
Nb: oia, ini sekilas saja tentang gambaran bubur favorit saya, loh. Hampir saja lupa :)
Posted by
Miska Lail
at
10:36 PM
0
comments
My Elephant Man
Posted by
Miska Lail
at
10:02 AM
0
comments
Wedding Song
Monday, February 1, 2010
Posted by
Miska Lail
at
11:38 AM
0
comments
Terang itu selalu dicari.
Saturday, January 30, 2010
Jagat gedhe-jagat alit, makrokosmos-mikrokosmos mempermudah kita membayangkan betapa sederhananya sekaligus betapa rumitnya tatanan semesta ini. Sejauh mata memandang, sejauh kaki berkelana, seluas pikiran mengawang tetaplah batas itu tak jelas kecuali darimana kita berpijak.
Love everything
then you will enjoy everything,
you will need nothing,
you will fear nothing.
Akhirnya, kita tak kenal lelah untuk bahagia.
(Sekejap Inspiratif: http://www.facebook.com/ignatius.yunanto)
Posted by
Miska Lail
at
9:45 AM
0
comments
Jika ragu. Ya, jangan lakukan!
Friday, January 29, 2010
Posted by
Miska Lail
at
10:16 PM
0
comments
Selamat mereguk kata-kata
Sunday, December 20, 2009
Kepuasan adalah harta benda yang paling bernilai.
Kepercayaan adalah kawan paling baik.
Tak menjadi apa-apa adalah kegembiraan paling besar.
(Lao Tzu)
Posted by
Miska Lail
at
10:14 PM
0
comments
Mama, itu gajah!
Betapa aku begitu memuja sosoknya, kemudian mengatakan berulang kali, aku mau jadi gajah!
Tuhan, izinkan aku menjadi gajah di kehidupan selanjutnya.
Tuhan, jangan jadikan aku gajah yang menyedihkan, yah? Aku mau jadi gajah dari si ibu gajah yang baik. Jika di dunia gajahku kelak nanti akan ada banyak peraturan, aku mau menurutinya.
Tuhan, aku mau punya rumah yang beralaskan semak-semak dedaunan yang aku kumpulkan sendiri. Mungkin saja itu bisa membuatku tetap hangat di kala lelap.
Tuhan, nanti di dunia gajahku, aku ingin punya teman yang banyak. Dan aku ingin tinggal di tempat yang dekat dengan sungai dan air mengalir, agar aku bisa mendengar gemericik suaranya di kala aku berusaha untuk mengundang kantuk di malam hari.
Apakah berlebihan, jikalau aku meminta goa yang tidak terpakai untuk tempatku nanti berteduh dari hujan?
Tuhan, apakah di kala waktu itu tiba, apakah dunia masih sama?
Masihkah seperti ini?
Tuhan, aku mau menjadi gajah, yah. Aku mohon.
Aku mohon, tuhan. Aku takut jadi manusia lagi.
Mereka menyebalkan.
Posted by
Miska Lail
at
8:38 AM
0
comments
Moi et toi
Friday, March 20, 2009
Serupa udara, aku menyayangimu, selalu terikat ruang.
Serupa hujan, aku membencimu sewaktu-waktu....
Posted by
Miska Lail
at
11:11 AM
0
comments
Lost in the Lilacs
Sial!
Tetap saja aku ini tidak bisa apa-apa.
Lalu-lalu apakah ada hasil?
Inilah yang membuat pikiranku makin berkecamuk, ingin rasanya memberi kesenangan pada semuanya.
Tapi sialnya, aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Apakah ini? Apakah setelah ia ciptakan diriku, kemudian ia meninggalkanku?
Aku juga lalu tidak sedih, maupun senang. Semuanya jadi seperti ruangan yang penuh sesak sekaligus hampa bagiku.
Kutanyakan berulang kali pada diriku, pada setiap celah yang mungkin bisa menjadi jalan keluar. Kupukul-pukul dadaku.
Aaargh! tenggelamkah aku untuk selamanya?
Apakah aku juga menjadi kian redup?
Ketika setiap nyawa punya tangan dewa, aku tetap tidak punya apa-apa.
Ah, dasar! malam-malam sial.
Buat sajalah aku mati.
Posted by
Miska Lail
at
10:05 AM
0
comments
Empat belas tahun kedepan
Friday, December 19, 2008
Kutanya, "Hallo, kamu lagi ngapain?"
Jawabannya tetap sama dengan setiap kali kutelepon dirinya, "Lagi nonton. Hihihi!"
"Nonton apa?" kutanya lagi. Lalu ia menyebutkan nama sebuah acara yang menggunakan bahasa Inggris, walaupun dengan kurang jelas aku dapat menangkapnya. Dugaanku, sudah pasti dari Disney Channel, Nickelodeon, atau Cartoon Network dan sejenisnya.
Kuteruskan percakapanku dengannya. Kutanya mengenai sekolah. Kuceritakan kepadanya tentang keadaan Kakek yang sedang menjalani operasi ringan. Juga kuingatkan pada dirinya untuk ikut berdo'a. Kemudian percakapan kami sampai ke topik yang sering ia tanyakan kepadaku.
"So, who's the one is the right one?"
Aku jawab, "No one."
Ia tanya lagi, "Well, which one is closer to your type?" Aku jawab dengan seseorang yang ia kenal.
Ia menyetujuinya. Kali ini ia menjawab lagi dengan nada menasehati, "Pokoknya, Sis! Kamu harus cari cowo yang smart, nice, rich...Emmm, tapi ga musti rich-rich banget sih. Handsome, brave, and strong."
Aku mulai bingung dengan pernyataannya. Kutanya lagi, "Strong seperti apa?"
"Iya, strong gitu loh!" itu jawabannya.
Lalu ia menjabarkan kelebihan pasangan-pasanganku sebelumnya yang ia kenal. Itulah kelebihannya. Ia selalu mampu melihat hal-hal baik orang-orang di sekitarnya. Hanya hal baik yang ia utarakan. Kucatat pembicaraannya tentang tipe tadi di telepon genggamku. Nanti aku akan bilang kepada Ayah dan Ibuku. Juga kutulis di blog ini.
Semakin kusadari setiap harinya. Ia yang semakin besar dan bahkan hari ini pun sudah memiliki tipe pria. Lainnya ia bisa memberikan saran dan kritik kepadaku. Semakin kusadari juga petualanganku dengannya yang baru merangkak. Hari ini aku tersentak kaget karena sudah lebih dari dua minggu tidak menghubunginya. Karena aktivitasku yang padat dan sampai melupakannya.
Kukatakan padanya bahwa aku lupa. Ia hanya tertawa. Pelipur laraku. Sahabatku. Gulingku. Cinta pertamaku sejak sembilan tahun yang lalu. Sekarang pukul sebelas malam, pasti ia sudah tidur sejak jam sembilan malam tadi. Tidur yang nyenyak, adikku sayang, Alya Gentiana. Ceriaku sampai empat belas tahun kedepan.
Posted by
Miska Lail
at
7:08 AM
0
comments
Mengetik berulang-ulang
Posted by
Miska Lail
at
5:26 AM
0
comments
Labels: saya








